Dalam upaya menanamkan nilai-nilai keislaman dan memperkuat karakter peserta didik, SMP Negeri 4 Widodaren melaksanakan program unggulan Satu Minggu Satu Juz (SAMI SAJ GUS). Program ini merupakan salah satu inovasi pembelajaran berbasis spiritual yang dirancang untuk membudayakan kecintaan terhadap Al-Qur’an di lingkungan sekolah.

Apa Itu SAMI SAJ GUS?

SAMI SAJ GUS adalah singkatan dari Satu Minggu Satu Juz, yaitu program membaca dan menghafal Al-Qur’an yang dilaksanakan secara rutin setiap pekan. Setiap siswa diberikan target membaca satu juz Al-Qur’an setiap minggu, baik secara individu maupun berkelompok. Tujuannya adalah menanamkan kebiasaan baik membaca Al-Qur’an sekaligus meningkatkan hafalan dan pemahaman terhadap isi kandungannya.

Waktu dan Pelaksanaan

Kegiatan SAMI SAJ GUS dilaksanakan setiap hari Jumat setelah salat Dhuha. Selama kurang lebih 30 menit, siswa-siswi membaca Al-Qur’an secara tertib dan khidmat. Dalam kegiatan SAMI SAJ GUS diikuti oleh beberapa siswa pilihan dan Warga sekolah, sedangkan siswa yang tidak terpilih mengikuti kegiatan tersebut menghafalkan surah pendek dari juz 30 dengan bimbingan coordinator Tahfidz masing-masing.

Tujuan dan Manfaat

Program ini memiliki tujuan utama untuk membentuk generasi muda yang cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan memiliki keteladanan spiritual yang kuat. Selain itu, SAMI SAJ GUS juga bertujuan untuk:

  • Meningkatkan minat baca Al-Qur’an di kalangan siswa
  • Menumbuhkan disiplin dan tanggung jawab melalui target pekanan
  • Mengembangkan karakter religius dan integritas siswa
  • Menjadikan sekolah sebagai tempat pembinaan akhlak dan ruhiyah
    Manfaat program ini sangat dirasakan oleh seluruh warga sekolah. Tidak hanya siswa, guru dan tenaga kependidikan pun turut serta mendampingi dan memberikan contoh dalam pelaksanaan kegiatan ini.

Antusiasme dan Dukungan

SAMI SAJ GUS mendapat sambutan positif dari orang tua dan masyarakat sekitar. Banyak wali murid yang menyatakan bahwa anak-anak mereka mulai terbiasa membaca Al-Qur’an di rumah dan semakin semangat mengikuti kegiatan keagamaan lainnya.

Dukungan dari kepala sekolah dan seluruh guru sangat menentukan keberhasilan program ini. Setiap pekan, hasil evaluasi bacaan dan hafalan siswa dicatat untuk memantau perkembangan mereka.

Penutup

Program Satu Minggu Satu Juz bukan sekadar rutinitas membaca, melainkan bentuk pembiasaan karakter Islami yang kuat. Diharapkan, melalui program ini, peserta didik dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual dan matang secara spiritual.
“Mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya kehidupan dan sumber inspirasi dalam membentuk generasi masa depan yang berakhlak mulia.”